Pemikiran
Manusia
Allah
menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna di bandingkan makhluk yang
lainnya. Manusia dapat berfikir dan dibekali rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa
ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk mengenal, memahami dan menjelaskan
gejala-gejala alam, serta berusaha menyalesaikan masahal atau persoalan yang
dihadapi dalam dirinya sendiri, ini semua menyebabkan manusia dapat pengetahuan
yang baik.
Pengetahuan
yang diperoleh dari berbagai aspek mula-mula terbatas dari hasil pengamatan dari
gejala alam yang ada, namun semakin bertambahnya dengan pengetahuan yang
diperoleh dari hasil pemikirannya, serta manusia mampu memadukan kemampuan penalaran
dengan eksperimentasikan pengetahuan yang didapat, maka lahirlah ilmu
pengetahuan yang bagus dan yang baik.
Jadi,
perkembangan alam pikiran manusia sampai dengan lahirnya Ilmu Pengetahuan Alam
sebagai ilmu yang baik, melalui 4 (empat) tahap yaitu:
·
Tahap
mitos,
·
Tahap
penalaran deduktif (rasionalisme),
·
Tahap
penalaran induktif (empirisme),
·
Tahap
konsep metode ilmiah.
Segala yang diketahui manusia itu
adalah pengetahuan. Pengetahuan itu dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu
pengetahuan ilmiah dan pengetahuan non-ilmiah. Pembagian ini sangat tergantung
dari cara bagaimana pengetahuan itu diperoleh.
Pengetahuan non-ilmiah didapat
antara lain dari prasangka, coba-coba, intuisi, dan tidak sengaja. Pengetahuan
ilmiah didapat dari usaha yang dasar (sengaja) dengan syarat obyektif, metodik,
sistematik, dan berlaku umum.
Saran.
1. Kita semua sebagai umat manusia, diwajibkan memperhatikan
dan menjaga alam semesta dengan sebaik mungkin.
2. Kita semua dapat menumbuhkan rasa keingintahuan kita
terhadap sasaran objek yang menjadi pusat perhatian kita.
3. Kita umat manusia dapat mengembangkan imajinasi, intuisi,
daya khayal, dan kreatifitasnya masing-masing demi untuk membentuk kebaikan
alam itu sendiri.
Sumber :
http://swarieel-nino.blogspot.com/2012/03/perkembangan-pemikiran-manusia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar