Selasa, 15 Juli 2014

Sekilas Tentang Budaya Jawa



Dalam kehidupan masyarakat di pusat pemerintahan kerajaan-kerajaan (kraton) Indonesia pada era pra proklamasi kemerdekaan R.I. tahun 1945, seni tradisional sungguhlah berdaya dan sekaligus berjaya. Dalam tata masyarakat kraton tersebut terdapat lapis kelas menengah masyarakat yang diberi tugas oleh raja untuk terus-menerus membina dan mengembangkan seni tradisional. Mereka ini adalah para pujangga dan budayawan kraton, yang digaji, diberi pangkat, dan status kebangsawanan yang cukup tinggi. Melalui tangan-tangan para budayawan-bangsawan kraton inilah sebenarnya telah berlangsung proses pemberdayaan seni tradisional beserta segenap nilai adi-luhungnya selama berabad-abad, secara sistematis, terwaris sinambung turun-temurun dan lestari.
Di era selanjutnya, pasca proklamasi kemerdekaan R.I. 1945, terjadilah perubahan pada tata pemerintahan mereka, dari bentuk kerajaan-kerajaan di bawah jajahan Belanda, menjadi daerah-daerah di bawah naungan Republik Indonesia. Tata bermasyarakat kerajaan otomatis menjadi berakhir, dan kelompok bangsawanpun sudah tidak lagi sebagai kelas menengah masyarakat baru dari suatu negara yang berbentuk republik. Haruskah kesinambungan kerja keras turun-temurun yang dirintis para budayawan-bangsawan dalam memberdayakan seni tradisional ini juga berakhir seiring dengan berakhirnya peran kelas menengah kraton yang mereka sandang selama ini ?
Jawab atas pertanyaan ini haruslah berbunyi tidak, bilamana dikehendaki tetap hadir kokohnya keberadaan bangsa Indonesia beserta keutuhan jati dirinya. Kesinambungan kerja keras dalam memberdayakan seni tradisional ini harus berlanjut. Untuk itu tetap diperlukan hadirnya langkah kiprah kaum kelas menengah baru Indonesia pasca proklamasi, yaitu para warga negara Indonesia yang berpendidikan tinggi, baik yang masih terikat formal dengan kampus pendidikan tinggi, yaitu dosen, mahasiswa maupun staf administrasi, maupun alumni perguruan tinggi yang menekuni profesi pengabdian di luar lingkungan kampus.

Selasa, 24 Juni 2014

K3



Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

·         Faktor Teknis
Faktor Alat
Kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Apabila alat itu sudah rusak, tentu saja dapat mengakibatkan kecelakaan.Melakukan peremajaan pada alat-alat yang sudah tua dan Melakukan kualitas kontrol pada alat-alat yang ada di tempat kerja.Itu penting untuk mencegah hal2 yang tidak kita inginkan.

·         Faktor Non – Teknis
Faktor manusia
·         Ketidaktahuan
Dalam menjalankan mesin-mesin dan peralatan otomotif diperlukan pengetahuan yang cukup oleh teknisi.Apabila tidak maka dapat menjadi penyebab kecelakaan kerja. Pengetahuan dari operator dalam menjalankan peralatan kerja, memahami karakter dari masing-masing mesin dan sebagainya, menjadi hal yang sangat penting, mengingat apabila hal tersebut asal-asalan, maka akan membahayakan peralatan dan manusia itu sendiri.
·         Kemampuan yang kurang
Tingkat pendidikan teknisi otomotif sangat dibutuhkan untuk proses produksi dan proses maintenance atau perawatan. Orang yang memiliki kemampuan tinggi biasanya akan bekerja dengan lebih baik serta memperhatikan faktor keslamatan kerja pada pekerjannya. Oleh sebab itu, untuk selalu mengasah kemampuan akan menjadi lebih baik.
·         Ketrampilan yang kurang
Setelah kemampuan pengetahuan teknisi baik, maka diperlukan latihan secara terus-menerus.Hal ini untuk lebih selalu mengembangkan ketrampilan gunasemakin meminimalkan kesalahan dalam bekerja dan mengurangi angka kecelakaan kerja.Di dunia keteknikan, kegiatan latihan ini sering disebut dengan training.
·         Konsentrasi yang kurang
Dalam melaksanakan pekerjaan dituntut konsentrasi tinggi. Mesin-mesin yang beroperasi, berputar, atau bergerak tidak memiliki toleransi apabila kita salah dalam mengoperasikan atau menjalankan mesin tersebut.Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi manusia, seperti masalah pribadi atau keluarga, tekanan ekonomi, maupun faktor-faktor yang datangnya dari lingkungan seperti kondisi ruangan yang panas, atau terlalu dingin, suara yang berisik, mesin yang bising dan lain sebagainya.Oleh karena itu, faktor psikologis manusia dan lingkungan harus dikondisikan agar manusia nyaman dalam bekerja sehingga mengurangi angka kecelakaan kerja.
·         Bermain-main
Karakter seseorang yang suka bermain-main dalam bekerja, bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya angka kecelakaan kerja. Demikian juga dalam bekerja sering tergesa-gesa dan sembrono juga bisa menyebabkan kecelakaan kerja.Oleh karena itu, dalam setiap melakukan pekerjaan sebaiknya dilaksanakan dengan cermat, teliti, dan hati-hati agar keselamatan kerja selalu bisa terwujud.Terlebih lagi untuk pekerjaan yang menuntut adanya ketelitian, kesabaran dan kecermatan, tidak bisa dilaksanakan dengan berkerja sambil bermain.

Faktor lingkungan
·         Tempat kerja yang tidak layak
Tempat kerja harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja, seperti ukuran ruangan tempat kerja, penerangan, ventilasi udara, suhu tempat kerja, lantai dan kebersihan luangan, kelistrikan ruang, pewarnaan, gudang dan lain sebagainya.Jika tempat kerja tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, maka kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi.
·         Kondisi peralatan yang berbahaya
Mesin-mesin dan peralatan kerja pada dasarnya mengandung bahaya dan menjadi sumber terjadinya kecelakaan kerja. Misalnya karena mesin atau peralatan yang berputar, bergerak, bergesekan, bergerak bolak-balik, belt atau sabuk yang berjalan, roda gigi yang bergerak, transmisi serta peralatan lainnya. Oleh karena itu, mesin dan perlatan yang potensial menyebabkan kecelakaan kerja harus diberi pelindung agar tidak membahayakan operator atau ,manusia.
·         Bahan-bahan dan peralatan yang bergerak
Pemindahan barang-barang yang berat atau yang berbahaya (mudah meledak, pelumas, dan lainnya) dari satu tempat ke tempat yang lain sangat memungkinkan terjadi kecelakaan kerja. Untuk menghindari kecelakaan kerja tersebut, perlu dilakukan pemikiran dan perhitungan yang matang, baik metode memindahkannya, alat yang digunakan, jalur yang akan di lalui, siapa yang bisa memindahkan dan lain sebagainya. Untuk bahan dan peralatan yang berat diperlukan alat bantu seperti forklift. Orang yang akan mengoperasikan alat bantu ini harus mengerti benar cara menggunakan forklift, karena jika tidak, kemungkinan akan timbul kesalahan dan mengancam keselamatan lingkungan maupun tenaga kerja lainnya.
·         Transportasi
Kecelakaan kerja yang diakibatkan dari penggunaan alat transportasi juga cukup banyak. Dari penggunaan alat yang tidak tepat (asal-asalan), beban yang berlebihan (overloading), jalan yang tidak baik (turunan, gelombang, licin, sempit), kecepatan kendaraan yang berlebihan, penempatan beban yang tidak baik, semuanya bisa berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja.
Upaya untuk mengatasi hal tersebut di atas, diantaranyaadalah memastikan jenis transportasi yang tepat dan aman, melaksanakan operasi sesuai dengan standart operational procedure (SOP), jalan yang cukup, penambahan tanda-tanda keselamatan, pembatasan kecepatan, jalur khusus untuk transportasi (misal dengan warna cat) dan lain sebagainya.

Faktor Alam
- Banjir
- Tanah Longsor
- Gempa Bumi

Cara Pencegahan Penyebab Kecelakaan Kerja
Terjadinya kecelakaan kerja merupakan suatu kerugian baik itu bagi korban kecelakaan kerja maupun terhadap perusahaan (organisasi). Upaya pencegahan kecelakaan kerja diperlukan untuk menghindari kerugian-kerugian juga untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja di tempat kerja.
Berdasarkan teori domino effect penyebab kecelakaan kerja H.W. Heinrich, maka terdapat berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan kerja di tempat kerja, antara lain :
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja :
·         Pemantauan dan Pengendalian Kondisi Tidak Aman
·         Pemantauan dan Pengendalian Tindakan Tidak Aman
·         Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Pembinaan dan Pengawasan :
·         Pelatihan dan Pendidikan
·         Konseling dan Konsultasi
·         Pengembangan Sumber Daya ataupun Teknologi

Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Sistem Manajemen :
·         Prosedur dan Aturan
·         Penyediaan Sarana dan Prasarana
·         Penghargaan dan Sanksi

Macam-Macam Alat Keselamatan Kerja
Alat Pengaman Diri (APD) digunakan sesuai jenis pekerjaan dan bahaya untuk meminimalisir kemungkinan yang terjadi saat bekerja. Dan sudah disahkan di Permenaker No. 8 tahun 2011 tentang APD.
Diantaranya :
SAFETY HELMET
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCT7VGW_CRIiHzfT7fwplYl-51oTzPkPnsxddzQosFANXnsg5KOyqdALlmmAWGyWc_Is22yGVDsfeGENQ4BpIjREAw3WUD3h_VEDuP_FW456V_z7_k96RuI2fG6kTpMC79FihEFlDdaK8/s640/1262111_msahelmethardhat.jpg

Tentang
Safety Helmet adalah Helmet yang sudah di desain sebagaimana macam rupanya untuk melindungi kepala sang pemakai dari benturan. Dan ini sangat dibutuhkan apalagi bagi pekerja kontraktor gimana nanti jika kita bekerja ada benda yang jatuh ke kapala kita ini akan sangat melindungi kepala kita dan hanya membuat kepala kita pening.
Tapi sangat disayangkan helmet yang benar benar helmet sangat mahal makanya banyak helm KW (5.000 rupiah) hehee seperti yang dikatakan dosen saya.

Fungsi
Berfungsi untuk pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai benda secara langsung.

Keterangan
Sering digunakan di area kerja kilang minyak, pabrik pupuk, proyek pembangun gedung dan lainnya

MASKER (RESPIRATOR)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYy3QYcTvbQWreSllhz3BPBG1x2CuiJVXJ5D4QN9ZRTichRpvEZh3Fu6E7Y9b3uvIXrUhJEPMoyhuTWKtr2XD75lJPnOwwU4hn7Znlq_s0j9gK40sBIUAnKwYkdDWNf20aiR2mFSVpL5o/s640/resp2.jpg

Tentang
Masker pada dasarnya masker membantu memfilter udara yang masuk ke hidung kita. Tentu saja masker sangat berguna apalagi jika ketika bekerja di udara yang kotor. Bayangkan jika banyak udara kotor yang masuk ke hidung kita menyebabkan paru paru kita rusak tentunya.

Fungsi
Sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja dengan kuliatas udara buruk.

Keterangan
Penelitian di Beijing, Cina dan India (yang notabene tingkat polusi menyerupai kondisi polusi di Jakarta), pemakaian face mask mengurangi gejala-gejala penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan denyut nadi. Selain itu, fungsi paru-paru mereka yang menggunakan face mask lebih baik bila dibanding mereka yang tidak memakai masker.





KACA MATA PENGAMAN (SAFETY GLASSES)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSsmWsAEphHwuHh5CKSk3YDi276jKp4iGsJHeZ_Pe8qAysuekNrvOc4X0Rraoxp9Qq6I9na08h9Jqahk7goC77OWpMJKeufb0iXnjXmI4GNpNLVyqiajW2VgWrWzFC9qijR1Z9CMkHwrU/s640/Safety-Goggels-Protection-Sunglasses.jpg

Tentang
Yup satu lagi alat yang sangat berguna melindungi mata kita yaitu kaca mata. Biasanya kalau dalam pekerjaan yang digunakan pada saat melakukan pekerjaan-pekerjaan khusus seperti memecah batu, mengelas, menggerinda dan sebagainya.

Fungsi
Sebagai pelindung mata ketika bekerja ( seperti : mengelas, mengebor)

Keterangan
Banyak sekali pekerja yang tidak memakai kacamata kerja tidak sesuai prosedur sehingga kecelakaan bisa terjadi. 

 PELINDUNG TELINGAN ( EAR PLUG )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrzUQWjqvZ3OBleu28q1XjLpV4nOAiyEA58m2b1M9BrkRGv3HLM4IeQ7WLTBHXvtaxwfEQiobiENt1k-syBpyq_lgL5TXUrjB3apWUNHZT765o_jYFmslmc1yZ9BrSe9SdDCEYZHyk1nM/s640/99508_earplugstore.jpg




Tentang
Pelindung telinga sangat dibutuhkan apalagi ketika kita sedang bekerja dalam kondisi suara yang sangat berisik. Jika tidak menggunakan alat ini saat bekerja maka dalam waktu berkepanjangan pendengaran kita bisa terganggu.

Fungsi
Sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di keadaan bising

Keterangan
Rata rata lingkungan pekerjaan yang bising seperti bengkel, pabrik, pembangkit tenanga listrik  mempunyai suara yang tinggi jika dilakukan berulang ulang maka pendengaran akan terganggu.

 SEPATU KARET ( SEPATU BOOT )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgoQ4lnzEjT9_QHdk6ww-iooWCk_x937FoJa3K_RpKTB04MibXzO-5qG_m8BbH7GThSexAnd9_tuhZRRhH79BVhY6Y3AQ1UxnfZ68AgvkU2TIJxBN9lT0jDMTqLMrcqaSjdqfJMU8bWbs/s400/Boot_motto.jpeg

Tentang
Sepatu Karet ( Sepatu Boot ) adalah sepatu yang di desain khusus untuk pekerja yang berada di area basah ( becek atau berlumpur ). Biasanya dipakai untuk pekerja tambang, kilang minyak, kuli bangunan, dan tukang las jalanan 

Fungsi
Melindungi Kaki dari benda tajam, berat, benda panas, cairan kimia, dan lain lain.

Tentang
Sepatu Boot biasanya di lapisi dengan metal.




TALI PENGAMANGAN (SAFETY HARNLESS)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUgzeBrTIeFt-MHyNw709uFHlwwel7mrbsXIN8gjdlz3SgVbysXt7A8bkkAHvcodZHTBNBqAK_-fNQc8W2qV91BccZP-IX0Xf9qgTztTyY4dNL9ORIDQDA_6WBmMynInSUJOsP4acBFmg/s400/safety-belts-fall-protectio-250x250.jpg

Tentang
Sebenarnya untuk Tali Pengaman saya masih kurang tau tentang ini tapi kegunaannya sangat penting untuk pekerja yang berada di ketinggian. Tali Pengaman juga bisa menjadi penyelamat disaat kita terjatuh :D.

Fungsi
sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.

Keterangan
Biasa dipakai untuk para pekerja yang berada di ketinggian

 SARUNG TANGAN ( HAND PROTECTOR)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbC4zd5NxeXcCUDRbul-6osY5Qlf5YSVlw7VTB4PAuNte1OB7G_sWR5dowm791hneWunSXTHPe7ACtAF7MgTT-jTTwNbTe8Awhu9OnoPsTXdXtF6NZVAHxCryy6aUwZpkmcgb0BLqJFxk/s320/ALLFLEX.jpg
TIPE ALLFLEX
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWsVx86NoAHe8yaWr4DGdOYWAyNjsBYhVTLiFXIs6CguurTCELoGmw45tZuCUHqDTgN838Pso9bAmli2m0SzsuyErEPwHVKXDJG-MIppyklp44XzNjWI-WL9g8DVu3FRemnlSTeHmFQo/s320/CONSTRUCTOR.jpg
TIPE CONSTRUCTOR
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtBzASsjsEKd_qQ1JYJ5TKI8KZs4CXLPS-tuh_cVA7yK_MVMZCp6pYb2ZoUU2kUTdzKKjr1fA8SYhzXcgdq0VvPliJhtNMzZABO9l2SoxriOlWJukswM_UBYimi-tSBvxvIfxYS238oZ0/s320/SUPERPRO.jpg

Tentang
Banyak rupa dan tipe sarung tangan tapi pada dasarnya sarung tangan melindungi tangan kita ketika bekerja disaat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.

Fungsi
Sebagai pelindung tangan di area pekerjaan ( Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing .

Keterangan
Sering dipakai oleh ilmuan, pekerja keras ( kuli dan sebagainya ), kontraktor dan lain sebagainya.

SEPATU PELINDUNG (SAFETY SHOES)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqrffRa0FCIfEtNppKc_AbrtaUydSEMQg1ZqXrXfeFswAX5jrBdT8YzdaCcnvsHYzo5JLTsqepjgpSjPVXak0RpRR8v95RSzXOrRdQ-YLpBpv9Je9200DNms82auVjiD3CWITi47BigGg/s640/safety_Shoes.jpg
Tentang
Pada dasarnya sepatu pelindung mirip dengan sepatu biasa hanya bahannya berbeda ( dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat )

Fungsi
Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

Keterangan
Mirip sepatu boot tapi berbeda bahan dan harganya lebih mahal

PELINDUNG WAJAH ( FACE SHIELD )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF11JBBTli86CWdiMrrzcNGJ68oTzMZvrkljV-0H5pVyrH2kxpzFDVMSGc1dJ0mHKzLHUkVjMig6LAaxfYHGcyr79RehJed1My5NX-jmGaL5nEp0EO9LMtJuqNAuh2COcqnqZowhcIM0I/s400/Safety_Face_Shield.jpg
Tentang
Alat yang digunakan untuk melindungi seluruh pemakainya wajah (atau bagian dari itu) dari dampak bahaya seperti benda terbang dan puing puing jalan , percikan kimia (di industri), atau cairan yang berpotensi menular (dalam medis).

Fungsi
Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda)

Keterangan
Mempunyai bahan :
Memberikan ketahanan dampak yang sangat baik, kualitas optik, tahan panas dan tahan kimia normal.
Memberikan ketahanan dampak normal, kualitas optik, tahan panas dan ketahanan kimia yang baik.
Selain Itu digunakan di dunia manufaktur, medis dan polisi.

JAS HUJAN ( RAIN COAT )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh612HOJC829gLH7wfcn-mPvF10TsGXnJ4DrRwsiU0eaFC0Z2fquCjNdyvaV2c-qMgdQC5PtuHOauf3lGqZM1Hgb8JjyMIGA9uMqKor9qy7ADHRzGY8-t06kmY4p-TPSaee7WWsbI7uNY0/s640/Rain-Coat.jpg

Tentang
Dipakai untuk melindungi tubuh dari hujan

Fungsi
Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).

Keterangan
Ada terobosan terbaru yaitu jas hujan modern sering dibangun dari bernapas, kain tahan air seperti Gore-Tex atau Tyvek dan dilapisi nilon . Kain ini memungkinkan udara untuk melewati, memungkinkan pakaian untuk 'bernapas', sehingga keringat uap dapat melarikan diri. Jumlah menuangkan hujan jas hujan dapat menangani kadang-kadang: perkembangan dalam unit milimeter, meteran air .












Referensi