A. Unsur Dasar Wawasan Nusantara
Terdiri atas 3 unsur, yaitu :
1. Wadah (Contour)
Ialah meliputi seluruh wilayah Indonesia yang bersifat
serba nusantara, dengan kekayaan alam, penduduk dan aneka ragam budaya dalam
NKRI. Juga
organisasi kenegaraan, yang merupakan wadah kegiatan kenegaraan dalam wujud
suprastruktur politik; serta wadah dalam kehidupan bermasyarakat dalam wujud infrastruktur
politik.
2. Isi (Content)
Merupakan aspirasi, cita-cita, dan tujuan nasional
seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
Menyangkut 2 hal :
a. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama
serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
b. Persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi
segenap aspek kehidupan nasional.
3. Tata Laku (Conduct)
Merupakan hasil interaksi wadah dan isi. Terdiri atas
tata laku batiniah dan tata laku lahiriah.
Tata laku batiniah adalah mencerminkan jiwa, semangat,
dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
Tata laku Lahiriah adalah mencerminkan tindakan,
perbuatan, dan perilaku bangsa Indonesia. Keduanya mencerminkan identitas, jati diri, atau
kepribadian bangsa Indonesia, yang berdasarkan kekeluargaan, kebersamaan dengna
rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air, yang menumbuhkan
nasionalisme yang tinggi.
B. Hakikat, Asas, dan Arah Pandang Wawasan Nusantara
1. Hakikat Wawasan Nusantara
Ialah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang
yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional,
tanpa menghilangkan kepentingan lain ( daerah, golongan, dan individu ).
2. Asas Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah dasar
yang harus dipatuhi, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setiannya
komponen pembentuk bangsa terhadap kesepakatan bersama.
a. Kepentingan yang Sama
Pada waktu merebut dan mempertahankan kemerdekaan kita
menghadapi penjajahan secara fisik. Sekarang menghadapi penjajah dalam bentuk
lain : berupa tekanan dan paksaan dalam dalih HAM, Demokrasi, dan Lingkungan
Hidup.
b. Tujuan yang Sama
Ialah tercapainya kesejateraan dan keamanan yang lebih
baik.
c. Keadilan
Yaitu kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih
payah, usaha, dan kegiatan baik perseorangan, golongan, daerah.
d. Kejujuran
Adalah keberanian berpikir, berkata, bertindak, sesuai
dengan realita serta ketentuan yang benar.
e. Solidaritas
Adalah rasa setia kawan tanpa meninggalkan ciri budaya
masing-masing.
f. Kerja Sama
Yaitu adanya koordinasi, saling pengertian didasarkan
atas kesetaraan sehingga terwujud kerja sama antar kelompok secara sinergi.
g. Kesetiaan terhadap Kesepakatan Bersama
Ialah setia dan memegang teguh kesepakatan bersama untuk
menjadi suatu bangsa dan mendirikan negara Indonesia.
3. Arah Pandang Wawasan Nusantara
Dengan latar belakang budaya, sejarah, kondisi, dan
konstelasi geografi, serta pangdangan lingkungan strategis, arah pandangan
wawasan nusantara meliputi arah pandang ke dalam dan arah pandang ke luar.
a. Arah Pandang ke Dalam
Bertujuan menjamin perwujudan kesatuan dan persatuan
dalam segala aspek kehidupan nasional, yaitu aspek alamiah dan aspek sosial.
b. Arah Pandang ke Luar
Ditujukan agar terjaminnya kepentingan nasional dalam
dunia yang serba berubah, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia, kerja sama
dan saling hormat-menghormati.
C. Implementasi Wawasan Nusantara
1. Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara
Implementasi/penerapan wawasan nusantara harus tercermin
dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang berorientasi pada
kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh.
a. Wawasan Nusantara Dalam GBHN
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik
a) Kesatuan wilayah, wadah, ruang lingkup, dan kesatuan
matra seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
b) Satu kesatuan bangsa
2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan
Ekonomi
a) Kekayaan wilayah nusantara baik potensial maupun efektif
adalah modal dan milik bersama bangsa
b) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di
seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri khas daerah.
3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Suatu Kesatuan
Pertahanan Keamanan
a) Ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada
hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
b) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang
sama dalam bela negara.
b. Wawasan Nusantara Masa Reformasi
1. Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan politik
Untuk menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat
dan dinamis.
2. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Politik
Untuk menciptakan tata ekonomi yang benar-benar menjamin
pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan secara merata dan adil.
3. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Sosial
Budaya
Untuk menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang
mengakui dan menghormati kebinekaan.
2. Sosialisasi/Pemasyarakatan Wawasan Nusantara
Agar implementasi wawasan nusantara dapat diterima dan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan nasional diperlukan sosialisasi kepada
seluruh WNI di seluruh Indonesia. Upaya sosialisasi wawasan nusantara dengan
cara :
a. Menurut sifat/cara penyampaiannya
1. Langsung : ceramah, diskusi, dialog
dan tatap muka.
2. Tidak Langsung : media elektronik
dan media cetak.
b. Menurut metode penyampaiannya :
1. Keteladanan
Dalam sikap perilaku kehidupan sehari-hari, dengan
memberikan contoh berpikir, bersikap, dan bertindak yang lebih mengutamakan
kepentingan nasional sehingga muncul sikap nasionalisme.
2. Edukasi
Pendidikan formal, yaitu pendidikan sekolah mulai tingkat
prasekolah sampai pendidikan tinggi, karier dan profesi, kursus-kursus, dan
pendidikan informal: di lingkungan keluarga, pemukiman, pekerjaan,organisasi
masyarkat.
3. Komunikasi
Menciptakan komunikasi yang saling menghargai,
menghormati, mawas diri, tenggang rasa sehingga tercipta kesatuan bahasa
tentang wawasan nusantara.
4. Integrasi
Terjadinya persatuan dan kesatuan dan pemahaman wawasan
nusantara akan membatasi sumber konfliksaat ini dan di masa depan dengan
mengutamakan kepentingan negara.
3. Tantangan Implementasi Wawasan Nusantar
Dewasa ini kehidupan individu dalam masyarakat, berbangsa
dan bernegara mengalami proses perubahan. Faktor utama yang mendorongnya ialah
nilai-nilai kehidupan baru yangg dibawakan oleh negara-negara maju dengan
kekuatan penetrasi globalnya.Tantangan-tantangan tersebut berupa : pemberdayaan
rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, dan
kesadaran warga negara.
a. Pemberdayaan Masyarakat
1. Negara harus memberikan peranan besar kepada rakyat,
dalam arti peranan (aktivitas dan partisipasi) masyarakat untuk mencapai tujuan
nasional.
2. Kondisi nasional, pembangunan nasional secara menyeluruh
dan merata belum terlaksana (masih terdapat klesenjangan). Hal ini merupakan
ancaman terhadap tegaknya NKRI. Untuk itu perlu prioritas pada pembangunan
daerah tertinggal. Pelaksananya dengan UU No.32 tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah.
b. Dunia Tanpa Batas
1. Perkembangan Iptek, khususnya di bidang teknologi
informasi, menyebabkan dunia menjadi transparan tanpa kenal batas, membawa
dampak pada kehidupan di Indonesia keterbatasan kualitas SDM dan perkembanngan
Iptek di Indonesia merupakan tantangan untuk berdaya saing pada era global.
c. Era Baru Kapitalisme
1. Sloan dan Zureker, menyatakan bahwa kapitalisme merupakan
suatu sistem ekonomi berdasarkan hak milik swasta dan kebebasan individu untuk
dalam dua bisnis, didasarkan kepentingan diri sendiri. Untuk mengatasi hal ini
diperlukan keseimbangan.
d. Kesadaran Warga Negara
1. Pandanngan bangsa Indonesia tentang hak dan kewajiban :
warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama: lebih mengutamakan
kepentingan umum, masyarakat, bangsa, dan negaradari pada kepentingan
pribadi/golongan.
4. Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
a. Global Paradox : untuk menghadapinya negara harus mampu
memberikan peranan sebesar besarnya kepada rakyatnya.
b. Borderless World dan The End of Nation State : batas
wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan
menembus batas tersebut. Untuk ini pemerintah daerah perlu lebih diberi
peranan.
Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa
Indonesia dan sebagai visi nasional yang mengutamakan persatuan dan kesatuan
bangsa tetap valid dan relevan. Fakta kebinekaan : perlu lebih memberdayakan
peranan daerah dan rakyat. Untuk itu dupenuhi faktor-faktor dominan, yaitu :
keteladanan pimpinan nasional, pendidikan berkualitas, bermoral kebangsaan,
media massa yang memberikan informasi positif, keadilan dalam penegakkan hukum,
pemerintahan yang bersih dan berwibawah dalam wadah NKRI.
5. Keberhasilan Wawasan Nusantara
Diperlukan kesadaran warga-negara :
1. Mengerti, memehami, dan menghayati hak dan kewajiban
warga negara
2. Mengerti, memahami, dan menghayati tentang bangsa yyang
telah menegara. Untuk itu diperlukan konsepsi wawasan nusantara.
Untuk itu diperlukan pendekatan,
sosilaisasi/pemasyarakatan wawasan nusantara dengan program yang teratur,
terjadwal, dan terarah.
Daftar
Pustaka :
http://renysarungallo.blogspot.com/2012/04/tugas-2-pkn.html